"... makanya gua sempet ngingetin lu buat nepatin janji lu kan?"
"... gua ga pengen lu kenapa napa"
ah, aku sudah masa bodoh dengan masa lalu, dengan kata- katamu dan semua tentangmu. sekali lagi, masa bodoh.
sekarang aku hanya ingin mengatakan kalau aku tak berhutang apapun tentang kesehatan, penyakit dan kesembuhanku. toh kamu sudah tak pernah mendukungku dan peduli tentang ini lagi kan? aku akan tetap berusaha untuk sembuh. sembuh untuk diriku sendiri, bukan hanya untuk memenuhi janji yang tak kau pegang sepenuhnya.
aku punya pegangan lain, yang kutau akan menopangku kalau aku terjatuh. pertama; kepercayaanku pada Allah, ini yang paling penting kan? aku tau Dia akan selalu menolongku. sahabat- sahabatku, termasuk orangtuaku yang biasanya selalu berteriak kalau aku melupakan obatku, yang biasanya membuat kerusuhan dan membuatku terbahak karenanya. yang terpenting, merekalah yang mau mendengarkan semua ceritaku dan yang paling mampu menghapus tangisku. dan aku masih punya teman- temanku yang bisa membuatku lupa apa itu rasa sakit, setidaknya kalau mereka didekatku.
kurang diberkati apa aku? seharusya aku bisa lebih banyak bersyukur kepada-Nya akan semua orang yang alhamdulillah menyayangiku. kehilanganmu tak membuat duniaku buyar, tak terkontrol dan hancur. aku bisa saja sedih, tapi aku tak akan lagi membiarkan hatiku terluka karena hal kecil sepertimu. aku masih akan tetap menganggapmu teman, biarpun mungkin kamu tak mau kenal siapa aku lagi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment