JellyPages.com

Monday, July 30, 2012

Jiwa- jiwa yang patah

Seperti menikam diri sendiri tanpa sakit menjerit. kutelan pedih karena mencintai dirimu yang hanya meninggalkan serpihan lara. Kaupagutkan hatimu pada orang lain ketika kata setia kujaga diatas pengharapan satu- satunya. Tiada ingin kuakhirkan jejak cintaku selain kepadamu. Tapi kini segalanya telah cukup. Selama ini kau hanya memberiku mimpi belaka, lain tidak. Aku pergi karena terlalu mencintaimu, itulah akhirnya.

Biarlah rasa ini kupendam mati. Dan jangan kau pernah bertanya meski ada ruang untuk kembali. Aku yang memulakan, aku juga yang harus meniadakan. Dari tiada menjadi ada, dari ada menjadi tiada. Meski jerit sakitku tak berbuah tangis, jiwaku merapal duka yang meraja di atas bahagiamu.


Selamat tinggal!

No comments:

Post a Comment